Penerapan Hukuman Pada Jarimah Menjual Dan Menyimpan Minuman Keras (Khamar) Dalam Perspektif Qanun Jinayat (Studi Di Mahkamah Syariah Lhokseumawe)
DOI:
https://doi.org/10.25077/delicti.v.2.i.2.p.47-59.2024Keywords:
Qanun Jinayah, Khamar, Lhokseumawe Sharia CourtAbstract
Sentencing disparities are not confined to general courts but are also evident within the Mahkamah Syar’iyah. Notable inconsistencies can be seen in several cases adjudicated by the Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe. In Case No. 10/JN/2018/MS.Lsm, the defendant was sentenced to 20 lashes; in Case No. 9/JN/2018/MS.Lsm, to 25 lashes; and in Case No. 1/JN/2020/MS.Lsm, to a fine of 25 grams of pure gold. All cases were prosecuted under Article 16(1) of Aceh Qanun No. 6 of 2014 on Jinayat Law. This article investigates judicial approaches to sentencing in cases involving jarimah (criminal acts) related to the sale and storage of alcoholic beverages (Khamar) in the Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe. Employing an empirical juridical method, the study draws on document analysis and interviews, using a descriptive-analytical framework. Both primary and secondary data are used to depict the legal reality and are subsequently analysed with reference to statutory regulations and legal theories. The findings indicate that disparities in sentencing arise due to the Qanun’s provision of only maximum penalties, granting judges broad discretion in determining sentences. Factors such as the defendant’s background influence judicial reasoning and may lead to divergence in punishment. These differences often generate debate within judicial panels prior to verdicts. Therefore, judges must ensure objectivity by thoroughly considering all evidentiary elements including witness testimonies, documents, and physical evidence, based on facts established during the trial
Downloads
References
Buku
Bambang Sunggono Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta : Rajawali Pers, 2011
Cik Basir, Kedudukan Kewenangan Dan Prospek Mahkamah Syar’iyah Sebagai Judicial Power, Jakarta : Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2013
Ika Atikah, Metode Penelitian Hukum, Sukabumi : Haura Utama, 2022
Kementerian Agama Republik Indonesia, Bukhara Al-Qur’an tajwid dan terjemah”, Bogor : Kementrian Agama Republik Indonesia, 2007
Mustofa Hasan & Beni Ahmad Saebeni, Hukum Pidana Islam Fiqih Jinayah Dilengkapi Dengan Kajian Hukum Pidana Islam, Bandung : CV Pustaka Setia, 2013
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta : UI Press, Jakarta, 1986
Zulkarnain Lubis & Bakti Ritonga, Dasar-Dasar Hukum Acara Jinayah, Jakarta : Prenada Media, 2016
Jurnal
Jum Anggriani, “Kedudukan Qanun dalam Sistem Pemerintahan Daerah dan Mekanisme Pengawasannya”, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 18, No. 3 (2011), 322. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/4227
Maura Pemelie Walidain & Laras Astuti, "Implementasi Qanun Jinayah dalam Penegakan Hukum Pidana di Aceh", Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), Vol 2, No. 3 (2021), 188. https://journal.umy.ac.id/index.php/ijclc/article/view/13790
Muhammad Iqbal & Attarikhul Kabir, “The Implementation of The Cunning Punishment in Aceh (Perkembangan Pelaksanaan Hukuman Cambuk di Aceh)”, Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum, Vol. 9, No. 1 (2020). 155, https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/legitimasi/article/view/7331
Taryadi, “Efektifitas Pelaksanaan Eksekusi Hukuman Cambuk Terhadap Pelaku Jinayah Di Kabupaten Aceh Tamiang Dalam Perspektif Qanun Hukum Acara Jinayah”, Jurnal Hukum Samudra Keadilan, Vol 15, No. 2 (2020). 172- 173, https://ejurnalunsam.id/index.php/jhsk/article/view/2313
Madiasa Albisar, “Relevansi Hukuman Cambuk Sebagai Salah Satu Bentuk Pemidanaan dalam Pembaharuan Hukum Pidana”, Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 14, No. 2 (2014). 288, https://dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/view/296
Ronaldo Naftali & Aji Lukman Ibrahim, “Proses pembuktian perkara pidana dalam persidangan yang dilakukan secara online”, Jurnal Esensi Hukum,Vol.3, No. 2 (2021), 146-147, https://journal.upnvj.ac.id/index.php/esensihukum/article/view/100
Website
Arif Hidayat, 2019, “Penjual minuman keras di Aceh jaya dicambuk belasan kali” https://Aceh.antaranews.com/berita/54386/penjual-minuman-keras-di-Aceh-jaya-dicambuk-belasan-kali, diakses pada tanggal 25 Februari 2024, Jam 18.00.
Syukri Syarifuddin, 2022, “penjual miras dan pemabuk di banda Aceh dihukum cambuk”, https://daerah.sindonews.com/read/896403/174/penjual-miras-dan-pemabuk-di-banda-Aceh-dihukum-cambuk- 1664251796, diakses pada tanggal 25 Februari 2024, Jam 18.30.
Kumparan News, 2021, “Jual miras Sembunyi-sembunyi, 2 mahasiswa dicambuk 18 kali di Aceh”, https://kumparan.com/kumparannews/jual-miras-sembunyi-sembunyi-2-mahasiswa-dicambuk-18-kali-di-Aceh- 1vVpwkpij9s , diakses pada tanggal 25 Februai 2024, Jam 19.00.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 teku ananta desky, Aria Zurnetti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



