Urgensi Pengaturan Bilik Asmara bagi Narapidana Ditinjau dari Asas Pemasyarakatan dan Hak Narapidana
DOI:
https://doi.org/10.25077/delicti.v.3.i.2.p.97-109.2025Keywords:
Lembaga Pemasyarakatan, Bilik Asmara, Hak NarapidanaAbstract
Pemenuhan hak narapidana merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan Indonesia. Salah satu aspek yang
masih diperdebatkan adalah pemenuhan kebutuhan biologis melalui bilik asmara di lembaga pemasyarakatan. Hingga
kini, belum ada regulasi eksplisit yang mengaturnya, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan perbedaan
praktik di lapangan. Penelitian ini mengkaji dua hal: (1) urgensi pengaturan bilik asmara ditinjau dari asas
pemasyarakatan dan hak narapidana, serta (2) implikasi pengaturannya terhadap asas dan hak tersebut. Penelitian
menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan,
menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengaturan bilik asmara memiliki urgensi tinggi karena berkaitan dengan asas kemanusiaan,
asas kehilangan kemerdekaan sebagai satu-satunya penderitaan, serta hak narapidana atas kehidupan keluarga dan
kebutuhan biologis. Pengaturan ini juga berimplikasi positif terhadap stabilitas psikologis narapidana, pencegahan
penyimpangan seksual, dan terciptanya iklim pembinaan yang lebih humanis. Namun, diperlukan batasan dan
mekanisme pengawasan yang jelas agar tidak bertentangan dengan tujuan pemidanaan dan ketertiban lapas.
Disimpulkan bahwa pengaturan bilik asmara perlu dirumuskan secara jelas dalam peraturan perundang-undangan
sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemenuhan hak narapidana dan tujuan pembinaan
Downloads
References
Buku :
P.A.F. Lamintang & Theo Lamintang, Hukum Penitensier Indonesia, (Jakarta : Sinar Grafika, 2010)
Soerjono Soekanto & Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2014),
Sudarto, Kapita Selekta Hukum Pidana, (Jakarta : PT.Alumni, 2010)
Jurnal :
Efren Nova, “Implikasi Yuridis Pembuktian Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 bagi Pemenuhan Keadilan Korban”, Unes Journal Of Swara Justisia, Vol. 9, No. 1 (2025) : 211, https://swarajustisia.unespadang.ac.id/UJSJ/article/view/701
Efren Nova, dkk, “Impact of Criminal Code’s Articles 263 & 264: A Critical Look at Press Freedom and Human Rights”, Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 24, No. 1 (2024) : 137, https://doi.org/10.30641/dejure.2024.V24.133-146
Riki Afrizal, Iwan Kurniawan, & Fajar Wahyudi, “Relevansi PelayananTahanan Dalam Sistem Pemasyarakatan Terhadap Tujuan Pemasyarakatan (Tinjauan Perubahan Undang-Undang Pemasyarakatan)”, Jurnal Masalah-Masalah Hukum, Vol. 53, No. 1 (2024), : 104, https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/49700
Muhammad Syahdin Daulay, dkk., “Pemenuhan Hak Biologis Bagi Narapidana yang sudah Terikat Perkawinan Yang Berada Dalam LAPAS (Studi Kasus Kelas IIB Kabupaten Padang Lawas)”, Journal of Human And Education, Vol. 4, No. 6 (2024) : 2, https://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/2094
Murtadha, M. H., dkk, “Hierarchy of Needs in J. M. Coetzee’s Disgrace: Abraham Maslow”, Humanities & Natural Sciences Journal, Vol. 6, No.6, (2025) : 41, https://doi.org/10.53796/hnsj66/4
Nilma Suryani, Najmuddin, & Achmad Megantara, “Analisis Perubahan Barang Bukti Menjadi Alat Bukti dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual”, Jurnal Das Sollen, Vol. 10, No. 2 (2024) : 100, https://ejournal.unisi.ac.id/index.php/das-sollen/article/view/3715
Niken Subekti Budi Utami & Octa Nadia Mellynda, 2022, “Conjugal Visit: Juridical Review Of The Fulfillment Of Inmates’ Rights In The Correctional Perspective”, Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, Vol. 16, No. 1 (2022): 98, https://lawpolicyjournal.id/index.php/kebijakan/article/view/2127
Sukardi, Angakas, & Budiyono, “Efektivitas Conjugal Visit di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Nusakambangan”, Jurnal Idea Hukum, Vol. 9, No. 1, (2023) : 18, https://jdih.unsoed.ac.id/app/common/dokumen/2023_UNSOED_ARTKL_004.pdf
Rahmat Hidayat Djati, Dede Sri Kartini, & Rahman Mulyawan, “Arus Balik Pelayanan Publik Dalam Penyelenggaraan Pemasyarakatan (Studi Pada Pemenuhan Hak Kebutuhan Biologis Warga Binaan Melalui Conjugal Visit Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang)”, Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, Vol.7, No. 1, (2021) : 30-44, https://ojs.unigal.ac.id/index.php/modrat/article/view/2394
Muhammad Alfikri, Fadillah Sabri, & Nani Mulyati, “Pelaksanaan Pembinaan Terhadap Narapidana dengan Perilaku Seksual Menyimpang di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Dikaitkan dengan Kepastian Hukum”, Unes Law Review, Vol. 6, No. 1, (2023) : 2090, https://review-unes.com/law/article/view/993
João Marcos Francisco Sampaio, “Gender, Sexuality and race in The analysis of Right Prisoners to Conjugal Visits”, Journal Revista Arace, Vol. 6, No. 1 (2024) : 370-371, https://doi.org/10.56238/arev6n1-022
Mensah Adinkrah, Johnita Cody, & Carley Engstrom, 2025, “Conjugal Visitation Programs in Correctional Settings: Perspectives of Criminal Justice Students at an American University”, Journal of Criminology and Criminal Justice Studies, Vol. 3. No. 1 (2025) : 41. https://doi.org/10.47509/JCCJS.2025.v03i01.02
Bonnie E. Carlson & Neil Carvera, “Inmates and Their Families: Conjugal Visits, Family Contact, and Family Functioning”, Criminal Justice and Behavior, Vol. 18, No. 3 (1991) : 318-311.
Natasha Maria Wange Krahn, Jalius S. D. Arruda, Jassura C. Costa, “Conjugal Visits in the Context of Incarceration of Women and Girls in the State of Bahia, Brazil: Permissions, Prohibitions and (In)Visibilities” Oñati Socio-Legal Series, Vol. 10, No. 2 (2020) : 423, https://opo.iisj.net/index.php/osls/article/view/1125
Anamica Sigh & Anupal Dasgupta, “Prisoners’ Conjugal Visitation Rights in India: Changing Perspectives”, Chirst University Law Journal, Vol. 4, No. 2 (2015) : 88, doi.org/10.12728/culj.7.5
Ciek Juliyati Hisyam, dkk “Memahami Penyimpangan Seksual: Kajian Sosiologis tentang Motif Pelaku Pelecehan Seksual (Studi Kasus Narapidana Lapas Kelas IIA Cibinong dan Lapas Kelas IA Cipinang,” TRIWIKRAMA : Jurnal Ilmu Sosial, Vol. 11, No. 9 (2025) : 4. https://cibinstitute.id/index.php/triwikrama/article/view/4890
Website :
Shafira Aurel, dkk “Bilik Asmara, hak Narapidana yang Aturannya Belum Disahkan”, https://kbr.id/articles/indeks/bilik-asmara-hak-narapidana-yang-aturannya-belum-disahkan, diakses tanggal 1 Oktober 2025
Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pemasyarakatan, “Ditjen Pemasyarakatan kaji Kemungkinan Bilik Asmara Bagi Napi”, https://www.ditjenpas.go.id/ditjen-pemasyarakatan-kaji-kemungkinan-bilik-asmara-bagi-napi, diakses tanggal 2 Oktober 2025, Jam 14.10.
CNN Indonesia, 2025, “Apa aitu Bilik Asmara di Penjara? Legalkah di Indonesia?”, https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250311154250-277-1207576/apa-itu-bilik-asmara-di-penjara-legalkah-di-indonesia, diakses tanggal 30 September 2025, Jam 20.05.
Tim detikJakbar, “Sederet Fakta Wacana Pemenuhan Hak Biologis Napi yang Mengemuka”, https://www.detik.com/jabar/berita/d-8050131/sederet-fakta-wacana-pemenuhan-hak-biologis-napi-yang-mengemuka, diakses tanggal 14 Januari 2026 Jam 15.42.
Hario Mahar Mitendra, “Fenomena dalam Kekosongan Hukum”, https://rechtsvinding.bphn.go.id/articles/258, Diakses tanggal 25 Januari 2026 Jam 20.46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Nadira Ali

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




